Homestay di Mranggen yang Kekinian dan Kaya akan Budaya Lokal

keindahan warna di kampung ragam warna

Homestay merupakan sebutan untuk kamar-kamar di rumah biasa yang disewakan kepada wisatawan lokal maupun asing ketika membutuhkan penginapan selama beberapa waktu dan mereka tinggal dalam satu rumah dengan pemiliknya. Fasilitas yang ditawarkan hanya berupa kamar tidur dan perlengkapan lainnya seperti air minum serta sarapan pagi dengan menu sederhana. Konsep homestay adalah memadukan antara penginapan dengan biaya terjangkau dengan mendapatkan pengalaman budaya lokal yang otentik.

Kampung Ragam Warna cat kayu glotex

Indonesia yang memiliki 34 ibu kota provinsi, tentunya memiliki peluang besar dalam menyediakan fasilitas homestay untuk turut mengembangkan wisata pedesaan di daerah wisata dengan konsep low-cost tourism (LCT). Pengembangan wisata di daerah merupakan target pemerintah melalui Kementerian Pariwisata agar terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui kontribusi dalam menyumbangkan devisa, terciptanya lapangan kerja, serta pelestarian sumber daya alam dan budaya. Pengembangan homestay dapat dilakukan dengan menggerakkan komunitas lokal di desa, sebagai bagian dari pengembangan desa wisata.

Kampung Ragam Warna Peresmian 02

Dalam mendukung program serta target pemerintah tersebut, Pacific Paint menghadirkan Kampung Ragam Warna di daerah Mranggen, desa Kutoharjo, Kabupaten Kendal sebagai wujud apresiasi dan dukungan atas kreatifitas warga dalam mengembangkan budaya serta kesenian lokal, termasuk juga ide menyediakan homestay bagi wisatawan yang berkunjung. Kampung Ragam Warna diresmikan melalui pengecatan 100 rumah dan fasilitas umum yang menghabiskan lebih dari 3.000 liter cat menggunakan warna – warni cemerlang cat tembok atau cat dinding Metrolite, Jatilux dan Finatex, serta Glotex (cat kayu dan besi), merupakan produk unggulan Pacific Paint.

Kampung Ragam Warna Peresmian

Selama proses pengecatan, Pacific Paint menggandeng para seniman yang tergabung dalam Kelompok Kartunis Kaliwungu (Kokang), pelukis lokal serta warga untuk berkarya menghasilkan beragam mural kreatif mulai dari pemandangan alam, tokoh animasi hingga abstrak. Jalanan kampung pun kini telah berubah menjadi warna-warni yang turut dilengkapi dengan hiasan payung-payung kertas tradisional, ciri khas lokal.

Memasuki Kampung Ragam Warna di pagi hingga sore hari, wisatawan akan disambut dengan jalan warna-warni serta deretan rumah yang telah dihiasi mural. Panca indra tentunya akan sangat dimanjakan saat melihat keceriaan warna pada dinding, pagar, dan atap yang terkena cerah sinar mentari. Selain itu, terdapat payung-payung kertas menghias kanan-kiri jalanan di kampung. Motifnya beragam, mulai dari bunga, batik, hingga kreasi lukisan kontempoer.

Kampung Ragam Warna welcome

Warga yang sangat ramah di kampung ini akan dengan senang hati memperbolehkan wisatawan untuk berfoto dan mengabadikan momen liburan bersama sahabat maupun keluarga dengan latar belakang rumah mereka. Tak perlu khawatir apabila malam tiba, lampu-lampu jalan serta cahaya dari rumah warga akan memantulkan dan menghasilkan efek berbeda akan ragam warna di kampung ini. Tentunya sayang untuk dilewatkan.

Aktivitas Seni di Kampung Ragam Warna

Terletak pada kontur demografis perkampungan yang berundak, sebanyak 98 rumah warga (RW) di dua rukun tetangga (RT), dikenal sebagai warga yang guyub rukun, berkebudayaan serta memiliki jiwa seni yang tinggi. Kreatifitas para warga tertuang dalam beragam aktivitas kesenian yang telah dikenal di beberapa negara di dunia, antara lain yaitu Festival Drumblek yang merupakan pertunjukan musik  menggunakan barang bekas seperti ember, tong dan seng, Festival 5 Gunung yang menyajikan aneka atraksi tari tradisional, kirab budaya, pameran seni rupa, serta Festival Payung Indonesia yakni festival rakyat yang berbasis pada peran partisipasi masyarakat dengan menempatkan payung kertas yang dilukis degan beragam motif dan warna sebagai sumber karya seni.

Kampung Ragam Warna Seniman

Tak hanya menyaksikan kegiatan seni dan budaya lokal, para wisatawan pun diajak untuk berkreasi melukis payung kertas. Payung kertas di sini bukan sekedar payung hias, namun turut berkontribusi membangun peradaban payung sebagai pelindung badan dari berbagai cuaca. Berdasarkan sejarah, payung memiliki diameter lebar, jadi pelindung para pedagang serta digunakan oleh petinggi di daerah seperti raja maupun sultan.

Wisatawan yang ingin memiliki payung kertas dengan hiasan karya sendiri, dapat mengunjungi Galeri Mranggen untuk belajar dan melukis langsung. Tentunya akan ada perwakilan warga yang memberikan pelatihan serta memaparkan mengenai filosofi dan sejarah kreasi payung.

Kampung Ragam Warna seni payung

Banyaknya kegiatan seni dan budaya Jawa Tengah yang dimiliki warga Mranggen, pemilik homestay menawarkan konsep kekinian kepada setiap wisatawan yang berkunjung untuk berkeliling Kampung Ragam Warna serta menyaksikan ragam budaya dan kesenian lokal, sehingga selain dapat menikmati keindahan alam, tentunya mereka memiliki pengalaman berbeda dan tak terlupakan.

Kampung Ragam Warna homestay

Kehadiran Kampung Ragam Warna ini diharapkan memberikan dampak positif yang luas dari segi atraksi wisata yakni daya tarik wisata budaya lokal serta segi atraksi amenitas, tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi masyarakat asli dan wisatawan. Selain itu juga, potensi akan meningkatnya peluang ekonomi lokal akan semakin besar sehingga terwujud kesejahteraan warga yang semakin baik. Mari kita bersama perkokoh identitas bangsa melalui keberagaman serta kekayaan budaya.

Kampung Ragam Warna Mragen

Jangan lupa masukkan Kampung Ragam Warna di Mranggen, Kendal sebagai salah satu tujuan wisata dalam rencana liburan Anda bersama sahabat serta keluarga.

Selamat berkunjung dan salam warna warni!

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *